Posted by: khidmaty | February 12, 2009

Idghom… Hanya ada dalam ilmu tajwid?

Saya ingin menanggapi pertanyaan saudara ani’, tentang macam-macam idghom dalam ilmu shorof terutama yang terkait dengan kaidah-kaidah i’lal. Afwan minkum, sok sibuk, so baru sempat…
Kalau selama ini kita mendengar istilah idghom dari ilmu tajwid, maka dalam qawa’idul i’lal, para ulama’ juga sering menggunakan istilah idgham. Ini karena arti idgham secara bahasa adalah “memasukan”, tentunya yang dimaksud adalah memasukkan bacaan.
Hanya saja, ketika saya membuka dalam kitab Qawaa’idul i’lal karya Simbah Kyai Mundzir Nadzir, Kertosono, saya hanya bisa menangkap satu macam idghom. Yakni memasukkan bacaan huruf mati ke dalam huruf serupa yang hidup. Contohnya adalah lafadz “it-takhadza yang bisa berarti mengambil atau pun bermakna tashyiir (menjadikan), asalnya adalah i’takhadza kemudian kena i’lal menjadi iitakhadza lalu it-takhadza” (hamzah berkasroh, ta’ mati, tak berfathah, kha’ berfathah dan dzal berfathah). Di sinilah proses pengidghoman terjadi, yakni ta’ mati dimasukkan ke dalam ta’ berfathah.
(Sayang, komputer yang saya pake belum kompatibel dengan font Arab, semoga tetap bisa dibayangkan).
Untuk lebih jelasnya langsung dibuka di kitab Qawaidul I’lal yang sangat tipis itu, di bagian contoh kaidah 18.
Jadi ada sedikit perbedaan yang saya tangkap antara idgham dalam ilmu tajwid yang terbagi menjadi beberapa macam (idghom bi ghunnah, idgham bilaa ghunnah, idgham mutamaatsilain, idgham mutajaanisain dan mutaqaaribain) dengan idgham dalam kaidah i’lal. Hanya satu macam idgham yakni yang semacam “mutamaatsilain” dalam ilmu tajwid. Hanya saja, terkadang ada langkah i’lal yang telah dilewati terlebih dahulu sebelum muncul adanya dua huruf sama beriringan dimana yang depan mati dan yang belakang hidup. Kalau dalam contoh lafadz ittakhadza di atas, perubahan hurufnya adalah dari hamzah setelah hamzah berkasrah, menjadi ya’ mati, baru kemudian ya’ mati berubah menjadi ta’ dan muncullah proses idgham, sehingga didapatkan hasil “ittakhadza”.
Ada yang bisa menambahkan? Mungkin di kitab Nadzmul Maqshud ada penjelasan tambahan, tapi kitab saya itu sudah masuk kardus dan dipulangkan je… nanti saya bisa pinjem punya adik kelas aja.
Wallahu A’lam

About these ads

Responses

  1. sukron..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: